Rabu, 10 Desember 2014
Formulir Pendaftaran Santri Baru
Assalamu'alaikum.... Bagi orang tua/wali yang ingin mendaftarkan putera puterinya di Pondok Pesntren Darul 'Ulum Batusumur Manonjaya Kab. Tasikmalaya, Klik di sini
MAN Darussalam
Terakreditasi A
Kepala
Dra. Hj. Eulis Fadlilah Jauhar Nafisah, M.Pd.I
Visi
Menjadi
madrasah yang unggul dalam pendidikan kepemimpinan dan pengajaran yang
berbasis pesantren serta penanaman semangat siswa dalam meraih prestasi.
SMA Plus Darussalam
Terakreditasi A
Kepala
Drs. H. Koko Komaruddin, M.Pd.

Visi
Kepala
Drs. H. Koko Komaruddin, M.Pd.
Visi
Unggul dalam logika, etika dan estetika secara profesional yang berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya.
IAID
IAID
Terakreditasi BAN-PTRektor
Dr. H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.
Visi
Menghasilkan akademisi muslim yang memiliki ketajaman intelektual , ketangguhan iman, kepekaan nurani dan kekuatan moral.
Misi
1. Melaksanakan pengajaran dan mengembangkan ilmu dan nilai-nilai Islam.
2. Memelihara tradisi keilmuan Islam dan sekaligus mendorong pembaharuan pemikiran Islam.
3.
Mengarahkan mahasiswa kepada pemilikan akhlak mulia, pemikiran rasional,
analitis, berorentasi pada pemecahan masalah dan berpandangan jauh ke
depan.
4. Melaksanakan penelitian dalam rangka mengembangkan keilmuan dan pengabdian masyarakat.
5.
Memberikan kontribusi dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan
dengan upaya memperkuat landasan spiritual, moral dan etik pembangunan.
6. Memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.
MTS Darussalam
Sambutan Kepala Sekolah

Dr. H. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA, M.Ag
Selamat
datang di website MTs Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis. Kami memiliki
visi "Memiliki Keunggulan Keperibadian dan Jiwa Kepemimpinan secara
Kaaffah".
Sejarah

Satu hal yang acap dikenang oleh alumni
Pesantren Darussalam adalah kebersahajaan pesantren ini dalam keseharian
santrinya. Malah, seperti yang kerap terucap dari K.H. Irfan Hlielmy
(Ayahanda K.H. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, MS.) (Pengasuh Pondok
Pesantren Darussalam) setiap menerima kunjungan tamu, selalu disambut
dengan kalimat yang sama, seolah menegaskan bagaimana seharusnya santri
Darussalam mengambil posisi dengan kerendah-hatian, “Selamat datang di
tempat kami , Pesantren yang sangat sederhana ini”.
Rabu, 26 November 2014
Bagi orang tua/wali yang akan mendaftarkan anaknya ke Pesantren Darul 'Ulum Manonjaya Tasikmalaya silahkan klik disini
Rabu, 15 Oktober 2014
I'JAZ AL-QUR'AN
I'JAZ AL-QUR'AN
A. Pengertian I'jaz Al-Qur'an
I'jaz menurut bahasa artinya melemahkan. Dan mu'jizat
artinya sesuatu yang luar biasa, yang ajaib atau yang menakjubkan. Sedangkan
menurut istilah mu'jizat ialah sesuatu yang
bernilai sangat tinggi dan bisa mengungguli seluruh masalah yang berkembang, di
samping kedatangannya mu'jizat memang sedang ditunggu oleh kaum. (Mutawally
dalam Syadali-Ahmad Rofi'i, 1997: 9).
Drs. H. Mustopa Kamal, M. Pd. Menuliskan dalam bukunya "Buku
Dars Ulumul Qur'an" kata I'jaz merupakan bentuk mashdar yang diambil
dari fi'il madliya "a'jaza" yang berarti menetapkan kelemahan (Itsbat
al-'ajz). Kelemahan menurut pengertian umum ialah ketidakmampuan
mengerjakan sesuatu, sebagai lawan dari kemampuan (al-qudrah). Apabila
kemu'jizatan telah terbukti, maka nampaklah kemampuan mu'jiz (sesuatu
yang melemahkan).[1]
KOLERASI ILMU TASAWUF, KALAM, FIQIH, FILSAFAT & ILMU JIWA
HUBUNGAN ILMU TASAWUF DENGAN
ILMU KALAM, ILMU FIQIH, ILMU FILSAFAT
DAN ILMU JIWA (TRANSPERSONAL PSIKOLOGI)
1.
Hubungan
Ilmu Tasawuf Dengan Ilmu Kalam
Ilmu Kalam merupakan disiplin ilmu keislaman yang banyak mengedepankan
pembicaraan tentang persoalan-persoalan kalam Tuhan. Persoalan kalam ini
biasanya mengarah pada perbincangan yang mendalam dengan dasar-dasar
argumentasi, baik rasional (aqliyah) maupun naqliyah. Argumentasi rasional yang
dimaksud adalah landasan pemahaman yang cenderung menggunakan metode berfikir
filosofis. Adapun argumentasi naqliyah biasanya bertendensi pada argumentasi
berupa dalil-dalil Qur'an dan Hadits. Ilmu Kalam sering menempatkan diri pada
kedua pendekatan ini (aqli dan naqli), tetapi dengan metode-metode argumentrasi
yang dialektik. Jika pembicaraan kalam Tuhan ini berkisar pada keyakinan yang
harus dipegang oleh umat islam, ilmu ini lebih spesifik mengambil bentuk
sendiri dengan istilah ilmu tauhid atau ilmu 'aqa'id.[1]
Pembicaraan materi yang tercakup dalam ilmu kalam terkesan tidak
menyentuh dzauq (rasa rohani). Sebagai contoh, ilmu tauhid menerangkan bahwa
Alloh bersifat Sama' (Mendengar), Bashar (Melihat), Kalam (Berbicara), Iradah
(Berkemauan), Qudrah (Kuasa), Hayat (Hidup), dan sebagainya. Namun, ilmu kalam
atau ilmu tauhid tidak menjelaskan bagaimana seorang hamba dapat merasakan
langsung bahwa Alloh Mendengar dan Melihatnya; bagaimana pula hati seseorang
ketika membaca Al-Qur'an; dan bagaimana seseorang merasa bahwa segala sesuatu
yang tercipta merupakan pengaruh dari Qudrah (Kekuasaan) Alloh?
Rabu, 08 Oktober 2014
Mutasyabih
A. Pengertian
Term 'Mutasyabih' berasal dari bahasa
Arab: "Mutasyabihun". secara etimologis kata 'Mutasyabih' yang dalam bahasa
Indonesia dapat diartikan "mirip" atau "samar-samar"
mengandung berbagai konotasi yang biasanya membawa kepada ketidakpastian atau
ragu (iltibas).[1]
Timbulnya keraguan tersebut ialah dikarenakan sangat miripnya dua benda yang
diamati tersebut, sehingga tidak dapat, atau sulit sekali menentukan perbedaan
yang satu dari yang lain sebab keduannya sangat mirip. Kondisi inilah yang
dijumpai dalam ayat Al-Qur'an; saking miripnya ayat yang satu dengan ayat yang
lain, maka tidak dapat dibedakan antara masing-masing ayat itu karena semuanya
berada pada level yang sama dari sudut balaghahnya, kemu'jizatannya, kebenaran
informasi yang dibawanya, penempatan kata yang akurat dan susunan kalimat yang
amat kokoh, dan sebagainya. Pengertian lughawi inilah yang dimaksud dengan kata
'Mutasyabihan' dalam ayat 23 dari surat al-Zumar. (Baidan, 2011: 153).
Rabu, 17 September 2014
ILMU TAFSIR
Pengertian Tafsir
Dalam bahasa Arab kata tafsir
berasal dari akar kata "al fasr". Kemudian diubah menjadi
bentuh taf'il yaitu menjadi "al-tafsir" yang berarti
penjelasan atau keterangan.[1]
Dalam kamus Lisanul Arab dijelaskan bahwa kata "al-tafsir"
berarti menyingkap sesuatu yang tertutup, sedangkan kata "at-tafsir"
berarti menyingkapkan sesuatu maksud lafad yang musykil dan pelik. Sebagian
ulama berpendapat bahwa kata tafsir (fusara) adalah kata kerja yang
terbalik dari kata "safara" yang juga berarti menyingkapkan.
Pembentukan kata dari al-fasr menjadi taf'il yakni "al-tafsir"
adalah untuk menunjukan arti taktsir (banyak, sering berbuat). Menurut al-Raghib,
kata "al-fasr" dan "as-safr" adalah dua kata yang
berdekatan makna dan lafadnya. Yang pertama untuk menunjukan arti menampakkan
(menzahirkan) makna yang ma'qul (abstrak) sedangkan yang kedua untuk menunjukan
arti menampakkan benda pada penglihatan mata (Syadili dk, 1997: 51).
Langganan:
Postingan (Atom)